Mengingat kebijaksanaan mu membuat ku ingat akan semua jasa-jasamu.
Aku rindu dirimu
Jika ku tulis semua kebaikanmu
Satu bolpoin pun tidak akan cukup untuk menulisnya
Sangatlah banyak
Hingga tak dapat ku uraikan satu persatu
Kau mampu berdiri tegar
Tiada keluhan di atas tanggung jawab mu
Tak kau ingat keegoisanmu
Hanya kau pikirkan aku dan tanggungjawabmu
Tak kau pikirkan kelelahanmu
Hanya kau pikirkan kebaikan untukku
Tak sanggup ku bayangkan
Bagaimana hatimu?
Karena aku pun takkan sanggup melakukannya
Hanya sebegini saja, ku telah banyak mengeluh
Banyak menangis
Sedangkan, tak ada satu tetes pun air mata yang kulihat darimu
Bagaimana bisa aku melemah??
Memikirkanmu, wahai orang yang ku cinta
Iba, kagum, tegar, kuat, dan bermacam-macam rasa terlintas
Pernah ku menerka
Namun, tiada ku temukan kelemahan
Kau orang terhebat yang pernah ku temui
Di atas segala kelemahanmu
Hanya kesempurnaanmu yang kau tampakkan
Tiada kau berharap orang lain merasa iba
Bahkan terhadap ku
Aku menyayangimu...
Aku merindukanmu....
Dan ku sesalkan
Perasaan ini
menyesal baru merasakan
Kenapa tidak sejak dulu dulu??
yeah, mungkin karena aku baru mengerti
Aku tidak ingin cepat berpisah, wahai orang yang ku kasihi
Karena aku merasa, takkan bisa hidup baik tanpamu
Aku merindukanmu
Cepat lah kembali, kau orang yang ku sayang
Aku ingin memeluk mu erat,
Mencium tangan dan pipimu,
Mengucapkan beribu-ribu haru,
Ucapan yang memang tidak seberapa
Tidak sebanding dengan pengorbanan yang kau buat untukku
Cinta dan kasih mu,
akan membekas dalam di lubuk hati ku
Bagi ku, kau hampir sebanding dengan ibuku
Karena kau pun bertaruh nyawa
Tuk memberikan kehidupun padaku
Tuk membesarkannku atas ijin Allah
Aku sayang kamu
Mengetahui kebijaksanaanmu, keikhlasanmu,
keegoisan yang mampu kau singkirkan
Lemah dan kuat menjadi dasar tekad ku
Sebesar apapun badai yang menghadang
Akan ku halau semampu ku……….
Duhai ayah ku, aku sangat menyayangimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar